Reblogged from Healing.
Reblogged from Healing.
I’m an adult, but not like a real adult
— anyone between the ages of 18 and 25 (via forever-and-alwayss)

Ngerasa gini? Gw mah engga :p

Reblogged from WNAWM
aduh..ini kata2nya T_T

aduh..ini kata2nya T_T

Reblogged from ♥♡Sweet♥♡
@kotaTua

@kotaTua

dentykusuma:

:O silakan silakan. – View on Path.

dentykusuma:

:O silakan silakan. – View on Path.

Reblogged from Bismillah
Puncak dari segala puncak harapan adalah keikhlasan, entah seperti apa pun hasil akhirnya.
— Gilar N.K. (via jalansaja)

begitu kah?

Reblogged from It's My Jungle
Jangan terlalu berat melepaskan seseorang, yang memang milikmu akan selalu pulang.
— @julietnote (via kunamaibintangitunamamu)
Reblogged from Hati Sedalam Samudra
Tahun ini ngetes ah, ndak kirim ucapan pada semua yang biasa dikasih ucapan. Kita lihat siapa saja yang berani ngucap duluan.
Kalau sampai hari ke-3 yang belum kirim ucapan, baru deh kasih ucapan. Pengen tahu saja temen mana yang masih suka care (walaupun bukan 100% acuan si, iseng-iseng saja). :D
— (via jalansaja)

Hahaha
Klo gw suka gatel tangannya
Niatnya pengen ngirim ucapan ke si ini sama si ini aja
Kenyataannya ngirim ucapan ke semua yg ada di list kontak *copas mode on*
Ujung2nya malah jd ngobrol “apa kabar”, “lg sibuk apa” , “skrg stay dimana”……..dst

Reblogged from It's My Jungle
"Pendidikan di Indonesia saat ini diawali dengan penghinaan massal terhadap penuntut ilmu dan diakhiri dengan kedustaan massal penuntut ilmu." Ust. Budi Ashari

Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) yang kita kenal saat ini sangat tidak mendidik, malah cenderung menghina para peserta didik. Dilihat dari sudut pandang pendidikan mana pun, tidak ada relevansi antara menggunakan topi badut, tas karung goni, pita warna-warni, dan semacamnya, dengan tujuan MOPD itu sendiri: mengenalkan iklim sekolah/keilmuan pada peserta didik. Penghinaan belum selesai, ditambah lagi dengan perpeloncoan yang ujung-ujungnya pemukulan.

Begitu pun dengan Ujian Nasional yang kita kenal saat ini, kebocoran soal UN sudah menjadi rahasia umum. Oknum guru, dinas pendidikan, dan peserta didik berlomba menutup mata melihat praktik kecurangan yang ada di depan matanya. Kita pun, dipaksa menelan pil pahit kedustaan massal ini.

Pantas jika pendidikan kita saat ini tidak menghasilkan insan yang berilmu dan beradab. Apalagi keimanan, jauh panggang dari api.

Ya Allah, bimbing kami untuk memperbaiki generasi umat ini.

(via ibnuahmd)
Reblogged from Abdullah Ibnu Ahmad
Dengan menyebut nama-Mu. Aku memutuskan untuk melangkah. Mohon ridho-Mu. Jika tidak, halangi langkahku. Atau paling tidak, beri aku petunjuk yg dapat aku pahami kalau Engkau tidak ridho. Wahai Penggenggam Jiwaku, Raja langit dan bumi.
Tags: KolongLangit